Blog : Apa Itu OEE (Overall Equipment Effectiveness) dan Cara Menghitungnya
Industry, Operations, | 2026
OEE (Overall Equipment Effectiveness) adalah ukuran seberapa efektif sebuah mesin atau lini produksi dipakai, dibandingkan dengan kondisi idealnya. Rumusnya: OEE = Availability x Performance x Quality. Nilai OEE 100% berarti mesin hanya memproduksi barang bagus, secepat mungkin, tanpa berhenti sama sekali.
OEE populer karena merangkum tiga masalah utama produksi dalam satu angka: mesin berhenti, mesin melambat, dan produk cacat. Dengan satu angka itu, manajer bisa membandingkan performa dari waktu ke waktu dan tahu di mana kerugian terbesar terjadi.
Availability = Run Time / Planned Production Time. Run Time adalah waktu produksi yang direncanakan dikurangi waktu berhenti, misalnya karena kerusakan atau pergantian produk.
Performance = (Ideal Cycle Time x Total Count) / Run Time. Komponen ini menangkap kerugian karena mesin berjalan lebih lambat dari kecepatan idealnya, atau sering berhenti sebentar-sebentar.
Quality = Good Count / Total Count. Produk cacat dan produk yang harus dikerjakan ulang tidak dihitung sebagai produk bagus.
Misalkan satu shift berlangsung 8 jam (480 menit) dengan istirahat 30 menit. Berikut ilustrasinya:
Maka:
Artinya, dari waktu produksi yang direncanakan, hanya sekitar 74% yang benar-benar menghasilkan produk bagus dengan kecepatan ideal.
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua industri, tetapi ada patokan umum yang sering dipakai:
Yang lebih penting dari angka absolutnya adalah trennya. OEE yang naik dari bulan ke bulan menunjukkan perbaikan yang nyata.
Dalam contoh di atas, Availability 90,0%, Performance 86,4%, dan Quality 95,0%. Komponen terendah adalah Performance. Artinya, kerugian terbesar bukan karena mesin berhenti lama, melainkan karena mesin berjalan lebih lambat dari kecepatan idealnya atau sering berhenti sebentar-sebentar.
Dengan membaca komponen seperti ini, tim produksi tahu harus mulai dari mana. Memperbaiki komponen yang paling rendah biasanya memberi kenaikan OEE paling besar untuk usaha yang sama.
Memetakan kerugian ke enam kategori ini membantu tim fokus pada masalah yang paling berdampak.
Menghitung OEE di spreadsheet masih bisa dilakukan untuk satu atau dua mesin. Untuk satu pabrik, data sebaiknya diambil langsung dari mesin dan sensor. OEE Management System dari WIT memantau mesin dan sensor secara terpusat, menampilkan grafik performa produksi, dan dilengkapi sistem ANDON yang memberi peringatan real-time saat lini produksi bermasalah. Lihat paketnya di halaman pricing OEE Management System.
OEE dihitung dari waktu produksi yang direncanakan. TEEP (Total Effective Equipment Performance) dihitung dari seluruh waktu kalender, termasuk waktu saat mesin memang tidak dijadwalkan beroperasi.
Idealnya per shift, lalu dirangkum harian dan mingguan. Dengan sistem otomatis, OEE bisa dipantau real-time.
Bisa, tetapi OEE paling bermakna di tingkat mesin atau lini produksi, karena di sanalah tindakan perbaikan dilakukan.